Ujung-ujungan untuk Terciptanya Semesta

Dua warga Tengger sedang bertarung pada atraksi tarian Ujung-ujungan di pendopo Desa Ngadisari, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Senin (17/10/2011). Atraksi tarian Ujung-ujungan merupakan rangkaian penutupan upacara Karo pada hari ketujuh. Upacara Karo merupakan upacara adat warga Tengger untuk memperingati terciptanya alam semesta. Disebut Ujung-ujungan karena para penari yang bertelanjang dada, secara bergantian memukul lawannya, menggunakan ujung rotan. Tarian tersebut merupakan ungkapan rasa syukur atas lancarnya
pelaksanaan upacara Karo.
naskah dan foto : boby noviarto p | matanesiamagazine.com
