Merah Putih Tepi Kali
By adminweb On 17 Aug, 2012 At 03:51 AM

Jefri, kanan, berjaga di kios bendera orang tuanya

Di depan kios bendera milik orang tuanya, Jefri, 18, asyik bermain catur bersama temannya di ujung jalan Darmokali, Surabaya. Sambil sesekali manggut-manggut,Jefri mendengarkan house music dari radio. Malam Jefri itu harus berjaga di kios yang menjual keperluan hari kemerdekaan seperti bendera, umbul-umbul maupun tiang bendera.

Sejak pertengahan Juli, pembuat dan penjual bendera di kawasan Darmokali sudah menggelar dagangannya. Beberapa kios bahkan buka dalam 24 jam, salah satunya kios milik orang tua Jefri.Rejeki tahunan tepi kali yang sudah berlangsung puluhan tahun itu pun akan kembali sepi usai tanggal 17 Agustus nanti.

kios bendera d
an garuda di pinggir Kali Jagir


Sementara di seberang kios kawasan Darmokali, pinggir kali Jagir, deretan kios juga semarak menjual aneka umbul-umbul dan bendera merah putih. Bahkan kios di kawasan ini telah ada sejak 1980-an. ” Ayah saya sudah berjualan bendera sejak saya masih TK, sejak jaman Suharto”, ujar salah seoarang pedagang yang enggan menyebut namanya. Kios Barokah, milik sang ayah dulu hanya berjualan bendera di pinggir kali Jagir. Kini kios ini menjual kebutuhan pramuka, pigura bergambar presiden dan garuda Pancasila.

Jumat, 17 Agustus 2012 , di penghujung bulan Ramadan, 67 tahun lalu kemerdekaan negeri ini diproklamirkan. Bisa saja sebuah kebetulan, karena saat Soekarno membacakan naskah Proklamasi, saat itu pula tepat di hari Jumat di bulan Ramadan.

foto: mamuk ismuntoro | matanesiamagazine.com